Tentang Saya

ALFIAN ROKHMANSYAH, S.S.

Menempuh studi S-1 pada program studi Sastra Indonesia (keminatan Ilmu Sastra) di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang (Unnes). Menempuh studi S-2 pada program studi Magister Ilmu Susastra (konsentrasi Sastra Indonesia), Program Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Jika ingin ngobrol masalah sastra dan kajian sastra, silakan kontak di email: alfiansastra@gmail.com atau melalui facebook.
Memuat...

Sabtu, 01 Oktober 2011

ANALISIS SEMIOTIK PUISI "ISA" KARYA CHAIRIL ANWAR

Oleh:
Alfian Rokhmansyah

Rata PenuhA. Pendahuluan

Puisi adalah karya sastra yang kompleks pada setiap lariknya mempunyai makna yang dapat ditafsirkan secara denotatif atau pun konotatif. Puisi merupakan suatu karya sastra yang inspiratif dan mewakili makna yang tersirat dari ungkapan batin seorang penyair. Sehingga setiap kata atau kalimat tersebut secara tidak langsung mempunyai makna yang abstrak dan memberikan imaji terhadap pembaca. Kata-kata yang terdapat dalam puisi dapat membentuk suatu bayangan khayalan bagi pembaca, sehingga memberikan makna yang sangat kompleks.

Pradopo (dalam Suharianto, 2005:8) mengatakan bahwa puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi pancaindera dalam susunan yang berirama. Analisis semiotik yang diterapkan pada puisi berbeda dengan semiotik yang diterapkan untuk prosa. Semiotik puisi sebenarnya tidak akan berhenti sampai pada perangkat puitiknya saja, melainkan dapat sampai pada melacak latar belakang ideologi pengarangnya, atau latar belakang sosial-budaya puisi yang ditulisnya sebagaimana yang diungkapkan oleh Riffaterre dalam bukunya Semiotics of Poetry. Analisis semiotik pada puisi Chairil Anwar ini, berpedoman pada teori Riffaterre dan analisis yang dilakukan Pradopo. Menurut Riffaterre

B. Analisis Semiotik Puisi

Analisis puisi Isa karya Chairil Anwar dilakukan dengan menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik yang menggunakan pendekatan semiotik, khususnya pendekatan semiotik puisi dari Riffaterre dan Pradopo. Analisis tanda pada unsur intrinsik meliputi analisis gaya bahasa, enjambemen, tipografi, penggantian arti, penyimpangan arti, penciptaan arti, textual interpretant dan penentuan isotopi. Sedangkan analisis tanda unsur ekstrinsik meliputi analisis hubungan intekstualitas, nilai pada puisi, dan ideologi penyair.

Silakan download full file
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar