Tentang Saya

ALFIAN ROKHMANSYAH

Menempuh studi S-1 tahun 2007 pada program studi Sastra Indonesia (keminatan Ilmu Sastra) di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang (Unnes). Menempuh studi S-2 tahun 2011 pada program studi Magister Ilmu Susastra (konsentrasi Sastra Indonesia), Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Jika ingin ngobrol masalah sastra dan kajian sastra, silakan kontak di email: alfiansastra@gmail.com atau melalui facebook. atau bisa melalui SMS/WA ke +6285385388335 dan Pin BBM 33054a80


Memuat...

Minggu, 02 Oktober 2011

ANALISIS KOMPONEN MAKNA DAN MEDAN MAKNA DALAM BAHASA INDONESIA

Oleh :
Alfian Rokhmansyah
2150407005
Sastra Indonesia, S1
Univ. Negeri Semarang

Analisis Komponen Makna

Komponen makna adalah sering disebut dengan komponen semantik mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikalnya terdiri atas satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur leksikal tersebut. Komponen makna ini dapat dianalisis, dibutir, atau disebutkan satu per satu, berdasarkan pengertian-pengertian yang dimilikinya (Chaer, 2003: 318). Analisis komponen makna biasanya dilakukan dengan teknik analisis biner (Chaer, 2003: 323).

Analisis komponen makna ini dapat dimanfaatkan untuk mencari perbedaan dari bentuk-bentuk yang bersinonim. Selain itu dapat pula digunakan untuk membuat prediksi makna-makna gramatikal afiksasi, reduplikasi, dan komposisi dalam bahasa indonesia (Chaer, 2003: 320-323).

Dalam analisis ini diambil beberapa kata yang akan dianalisis menurut komponen maknanya. Kata yang dianalisis antara lain kata pria dan wanita, serta kata melempar dan menendang.

Analisis Medan Makna

Menurut Chaer (2003: 315-316), medan makna atau semantic domain atau semantik field merupakan seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Kata-kata atau leksem-leksem yang mengelompok dalam satu medan makna, bedasarkan sifat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. Medan kolokasi menunjukkan hubungan sintagmatik sedangkan medan set menunjukkan hubungan paradigmatik.

Daftar Pustaka

Chaer, Abdul. 1990. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
________. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Parera, J.D. 2004. Teori Semantik, Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

untuk download file ini, silakan masuk keHalaman Download
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar