Tentang Saya

ALFIAN ROKHMANSYAH

Menempuh studi S-1 tahun 2007 pada program studi Sastra Indonesia (keminatan Ilmu Sastra) di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang (Unnes). Menempuh studi S-2 tahun 2011 pada program studi Magister Ilmu Susastra (konsentrasi Sastra Indonesia), Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Saat ini menjadi staf pengajar di UP. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman, Samarinda untuk program studi S-1 Sastra Indonesia.

Jika ingin ngobrol masalah sastra dan kajian sastra, silakan kontak di email: alfiansastra@gmail.com atau melalui facebook. Bisa juga melalui Whatsapp ke +6285385388335

Memuat...

Selasa, 22 Maret 2011

Teori Strukturalisme Naratologi A.J. Greimas

Oleh:
Alfian Rokhmansyah, S.S.


Strukturalisme model A.J. Greimas dianggap memiliki kelebihan dalam menyajikan secara terperinci kehidupan tokoh-tokoh dalam cerita dari awal sampai akhir. Selain itu, strukturalisme model ini mampu menunjukkan secara jelas dan dikotomis antara tokoh protagonis dan antagonis. Naratologi disebut juga teori wacana (teks) naratif. Baik naratologi maupun teori wacana (teks) naratif diartikan sebagai seperangkat konsep mengenai cerita dan penceritaan (Ratna, 2004:128).

Dalam strukturalisme naratologi yang dikembangkan oleh A.J. Greimas, pada pengkajiannya, yang lebih diperhatikan adalah aksi dibandingkan pelaku. Subjek yang terdapat dalam wacana merupakan manusia semu yang dibentuk oleh tindakan yang disebut actans dan acteurs. Menurut Rimon-Kenan, baik actans maupun acteurs dapat berupa suatu tindakan, tetapi tidak selalu harus merupakan manusia, melainkan juga nonmanusia. (dalam Ratna, 2004:138). Kemudian menurut Jabrohim (1996:21), teori struktural naratif dipergunakan untuk menganalisis karya prosa fiksi berdasarkan pada struktur cerita, dan analisis struktur aktan dan fungsional merupakan konsep dasar langkah kerja yang dikemukakan Greimas.

Algirdas Julien Greimas adalah seorang ahli sastra yang berasal dari Perancis. Sebagai seorang penganut teori struktural, ia telah berhasil mengembangkan teori strukturalisme menjadi strukturalisme naratif dan memperkenalkan konsep satuan naratif terkecil dalam karya sastra yang disebut aktan. Teori ini dikembangkan atas dasar analogi-analogi struktural dalam Linguistik yang berasal dari Ferdinand de Saussure, dan Greimas menerapkan teorinya dalam dongeng atau cerita rakyat Rusia.

Daftar Pustaka
  1. Greimas, A.J. 1972. Semantique Structurale. Paris: Larousse.
  2. Jabrohim. 1996. Pasar dalam Perspektif Greimas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. _______. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.
  4. Junus, Umar. 1988. Karya Sebagai Sumber Makna; Pengantar Strukturalisme. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia.
  5. Luxemburg, Jan Van & Mieke Bal Willem G.W. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Diterjemahan oleh Dick Hartoko. Jakarta: Gramedia Daftar Pustaka.
  6. Nazir, Moh. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  7. Noor, Redyanto. 2005. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo.
  8. Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Teori Pengkajian Sastra. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  9. Piaget, Jean. 1995. Strukturalisme. Diterjemahan oleh Hermoyo. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  10. Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  11. Sudjiman, Panuti. 1984. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia.

Untuk mengunduh file artikel ini, silakan klik di sini
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar